28 Oktober 2012

Jika Saya Seandainya menjadi Seorang Pemimpin



Pemimpin dalam suatu kelompok merupakan hal yang penting. Dibutuhkan karakter seorang pemimpin dalam diri orang tersebut. Dan karakter itu tidak ada dalam diri setiap orang. Dan itulah yang membedakan seorang pemimpin dengan bawahannya.
Membayangkan seandainya saya adalah seorang pemimpin, maka saya akan memilih menjadi pemimpin yang dekat dengan bawahan saya. Karena menurut Fiedler Model dalam teorinya menyebutkan bahwa kinerja kelompok ditentukan oleh kecocokan gaya kepemimpinan pemimpin dan bawahannya.
Saya akan berperilaku selling(menjual) yang berarti hubungan dengan bawahan tinggi dan orientasi pada tugasnya juga tinggi.
Saya juga ingin menjadi pemimpin yang dapat mensupport bawahannya serta mendengarkan aspirasi mereka. Seperti yang ada dalam Path Goal Theory. Supportive leader adalah pemimpin bersifat ramah dan memperhatikan keperluan bawahan. Dan parcitipative leader, yaitu pemimpin yang melakukan konsultasi serta menerima usul bawahan dalam pengambilan keputusan
Saya juga ingin dijadikan pemimpin karena kemampuan saya (Expert power), bukan hal lain seperti rasa takut atau otoriter. Expert power, menurut French and Raven, adalah kekuasaan atas dasar pengaruh karena kemampuan atau pengetahuan spesialis(khusus).
Strategi dalam memanipulasi dasar kekuatan saya adalah berdasarkan fakta dan koalisi.

26 Oktober 2012

Customer Relationship Management


CRM vs. SCM
Supply Chain Management adalah kegiatan yang mengcover semua kegiatan produksi. Mulai dari peramalan, pembelian barang mentah, produksi, sampai barang tersebut sampai ke tangan konsumen.
Customer Relationship Management adalah strategi bisnis yang dikhususkan untuk membangun hubungan dengan customer. Strategi bisnis ini fokus kepada customer. Tujuan akhirnya adalah memperoleh laba/ keuntungan.

Kemiripan antara SCM dan CRM. SCM dan CRM sama-sama menyinggung masalah customer atau pelanggan. Dan sama-sama menyinggung tentang costing barang.
Perbedaannya adalah fokus dari SCM dan CRM. SCM fokusnya adalah barang/product. Bagaimana product itu dibuat dan dapat sampai ke tangan customer. Sedangkan CRM, fokusnya adalah pada pelanggan. Bagaimana membina hubungan dengan customer sehingga customer dapat terus membeli product dari perusahaan.

SCM dan CRM akan saling mendukung dalam berjalannya sebuah perusahaan manufaktur. SCM akan mengawasi seluruh kegiatan yang menyangkut barang sampai ke tangan customer. Dan CRM akan membantu “memasarkan” product tersebut dengan strategi bisnisnya, sehingga customer akan membeli dan tetap setia membeli product tersebut
Agar SCM dan CRM dapat berjalan sesuai harapan, maka ada teknologi yang harus menyokongnya. Seperti komputer, printer, telepon, jaringan internet, database, dan software(ERP).  ERP ini adalah satu paket komplit untuk mendukung kerja perusahaan. Semua dapat dikerjakan secara terkomputerisasi, otomatis, cepat dan efisien. Biasanya perusahaan yang belum terlalu besar, hanya akan menggunakan modul SCM. Tapi apabila dibutuhkan untuk bekerja secara lebih spesifik, maka perusahaan juga membutuhkan modul CRM untuk menunjang proses bisnis yang ada. 

Studi Kasus CRM
Seandainya saya adalah marketing manajer dari perusahaan besar P&G yang meluncurkan strategi marketing yang baru. Bagaimana saya dapat meyakinan perusahaan bahwa CRM dapat membantu strategi marketing yang baru? Tipe sistem CRM apa yang harus dipilih utuk perusahaan?

Jika saya adalah marketing manajer P&G, saya akan menunjukan cara kerja CRM dalam menyokong strategi bisnis yang sudah ada. Selain itu, saya juga akan membandingkan kelebihan dan kekurangan  yang akan diperoleh jika menggunakan CRM dan jika tidak menggunakan CRM. Karena CRM memiliki banyak tipe sistem. Saya pun akan memilih tipe Integrated / Collaborative CRM. Karena tipe ini mencakup sales, service, dan marketing. Cocok untuk perusahaan besar sekelas P&G yang juga memiliki sistem enterprise yang besar.

24 Oktober 2012

Mengupas ERPNext

ERPNext merupakan Software ERP yang bersifat open source. Berikut merupakan hasil kupasan tentang modul -modul apa aja sih yang ada di ERPNext.
Gambar diatas merupakan mind map dari ERPNext

Modul modul yang ada di ERPNext yaitu
Buying atau pembelian
Modul ini menangani seluruh pembelian barang untuk menunjang kegiatan produksi. Ada purchase request, dimana kita dapat merequest barang yang hendak di order. Sedangkan purchase order adalah pengorderan barang yang direquest dan ada nominal harga yang nantinya harus kita bayar.
Seliing
Modul ini menangani seluruh penjualan. Mulai dari advertise, melihat kesempatan, targeting pasar, orderan. Selain itu modul ini juga menghasilkan analisa penjualan yang terjadi selama ini.
Stok
Modul ini mengurus semua stok. Mulai yang gada di gudang, saat akan pengiriman, dan saat ada di tangan pelanggan. Modul ini juga menghasilkan hasil analisa terhadap stok yang ada.
Accounting
Modul ini ada 3 unsur pokok. Yakni Sales invoice(bill ke customer), purchase invoice(bill ke supplier), dan journal voucher(entries ke akun-akun).  Modul ini nantinya dapat membuat buku besar yang ada dalam rumpun ilmu akuntansi. Dan juga dapat menghasilkan analisa dari Finance yang selama ini terjadi
Production
Modul ini adalah modul untuk mengurusi kegiatan produksi. Mulai dari rencana produksi, material apa yang digunakan untuk produksi, penyimpanan barang mentah maupun jadi, dan tanggla produksi.
Project
Modul ini me-list semua proyek yang terjadi, timing, dan pembagian waktu berdasarkan bulan dengan gantt chart.
Support
Modul ini adalah modul untuk menawarkan sebuah “service” kepada pelanggan yang telah membeli product perusahaan tersebut. Seperti, jika product yang dihasilkan bergaransi, berarti perusahaan harus menyediakan maintanance jika barang rusak. Selainitu, modul ini juga mengawasi, kapan mesin produksi harus di maintanance secara berkala.
Human Resource
Modul ini mengurusi absensi pegawai, cuti, izin, penggajian, sampai pada penggantian uang bila pegawai mengeluarkan uang untuk kebutuhan kantor. Modul ini pun juga mengurusi scoring dari para pegawainya

ERPNext ini juga memiliki fitur-fitur.
Activity.
Di activity ini kita bisa melihat aktivitas yang terjai pada sistem
Calendar
Pada calendar kita bisa add event. Bisa dilihat dalam bentuk dayly, weekly dan monthly layaknya claendar pada gadget dan hp.
Mesage
Kita  juga bisa memberikan pesan kepada anggota lain yang ada dalam sistem
Website
Website perusahaan juga bisa di maintain melalui sistem ini. Tidak hanya website, namun blog pun juga bisa
To do
Fitur ini sama seperti to do yan gada di hp atau gadget. Kita bisa membuat list apa yan gharus dilakukan. Bila sudah selesai, bisa di centang "Complete"
Knowledge base
Ini merupakan pengetahuan tentang perusahaan.


Sekian sedikit kupasan tentang ERPNext.
Mohon maaf bila ada yang salah ataupun kurang, jika ingin dikoreksi atau ditambah monggo di comment.

13 Oktober 2012

Normal probability


Distribusi Normal
·         Merupakan salah satu jenis distribusi kontinyu. Berbeda dengan Distribusi diskret seperti distribusi binomial, poisson, hypergeometrik.
·         Distribusi normal mempunyai kurva yang disebut kurva bell-shaped (bentuk bel)
·         Karakteristik distribusi normal
o   Kurvanya berbentuk bell-shaped simetris
o   Titik puncak dari kurva tersebut adalah µ (rata-rata)
o   Titik balik adalah σ(standar deviasi) yang akan membuat kurva dar terbuka ke atas menjadi terbuka ke bawah
o   Ekor kurva tidak akan menyentuh sumbu X(positive atau negative)
o   Luas seluruh area dibawah kurva = 1
·         Persamaan kurva

·         Luas area dibawah kurva dihitung dengan rumus:

      Namun, dapat dihitung dengan cara lain yaitu dengan menghitung variabel peubah normal (Z) dengan rumus:
 Dengan, Z=variabel peubah normal
              X= nilai yang ingin dicari
 µ= rata-rata         
  σ= standar deviasi
Setelah mengetahui nilai Z, maka luas area dibawah kurva dapat dihitung dengan melihat tabel.
·         Luas area dibawah kurva juga dapat dihitung dengan menggunakan Ms. Excel. Berikut merupakan formula-formula yang digunakan :
o   =NORMDIST(X;MEAN;STANDR_DEV;CUMULATIVE)
§  Bila diketahui X, µ, σ
o   =NORMSDIST(Z)
§  Bila diketahui Z
o   =NORMINV(PROBABILITY;MEAN;STANDAR_DEV)
§  Menghitung nilai invers dari distribusi kumulatif normal
§  Formula ini mencari nilai X setelah diketahui probability, µ, σ
o   =NORMSINV(PROBABILITY)
§  Menghitung invers dari distribusi kumulatif normal
§  Formula ini mencari nilai invers jika diketahui probability, biasanya untuk mencari nilai Z
·         Pendekatan normal terhadap binomial
o   Pada distribusi binomial lalu, bila n kecil maka dapat dihitung. Akan tetapi bila nilai n terlalu besar seperti, n=60, maka dalam penghitungannya memakan waktu yang cukup banyak. Maka dari itu dapat digunakan pendekatan normal terhadap binomial.
o   Kapan distribusi normal digunakan?
§  Yaitu pada saat nilai np dan n(1-p) paling tidak sama dengan 5 dan masih memiliki syarat distribusi binomial.
o   Nilai Z untuk distribusi binomial adalah
Dengan,  X = distribusi acak binomial
µ = np                   
σ = Σnpq              
·         Contoh soal (menggunakan ms Excel)
o   Returning to the distribution of weekly incomes(µ =$1000, σ = $100), what is the area under the normal curve between $840 and $1200?
o   Jawab :


*masih kurang lengkap pada gambar :D