Dalam kehidupan berorganisasi, kita pasti pernah mengalam8i konflik.Sebuah konflik dapat diakibatkan oleh gesekan, perbedaan, atau pertentangan antara dua pihak atau lebih.
Sama seperti orang yang sedang tarik tambang, merek berkonflik. Orang-orang yang sedang tarik tambang, mereka pasti mempertahankan posisi dan berusaha menang. Pihak-pihak yang berkonflikpun pasti akan mempertahankan argumen, opini, atau pendapat masing-masing. Dan merka pasti sama-sama ingin memenangkan argumen masing-masing.
Sebenarnya, masiing-masing pihak tidak ada yang salah. opini mereka semua benar. Hal itu karena pihak-pihak tersebut memandang 1 hal dalam 2 sudut pandang yang berbeda. Dan semua jadi kelihatan salah bila dilihat dari sudut pandang lain.
Tampilkan postingan dengan label Perilaku Organisasi (PO). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perilaku Organisasi (PO). Tampilkan semua postingan
19 November 2012
28 Oktober 2012
Jika Saya Seandainya menjadi Seorang Pemimpin
Pemimpin
dalam suatu kelompok merupakan hal yang penting. Dibutuhkan karakter seorang
pemimpin dalam diri orang tersebut. Dan karakter itu tidak ada dalam diri
setiap orang. Dan itulah yang membedakan seorang pemimpin dengan bawahannya.
Membayangkan
seandainya saya adalah seorang pemimpin, maka saya akan memilih menjadi
pemimpin yang dekat dengan bawahan saya. Karena menurut Fiedler Model dalam
teorinya menyebutkan bahwa kinerja kelompok ditentukan oleh kecocokan gaya
kepemimpinan pemimpin dan bawahannya.
Saya
akan berperilaku selling(menjual) yang berarti hubungan dengan bawahan tinggi
dan orientasi pada tugasnya juga tinggi.
Saya
juga ingin menjadi pemimpin yang dapat mensupport bawahannya serta mendengarkan
aspirasi mereka. Seperti yang ada dalam Path Goal Theory. Supportive leader
adalah pemimpin bersifat ramah dan memperhatikan keperluan bawahan. Dan
parcitipative leader, yaitu pemimpin yang melakukan konsultasi serta menerima
usul bawahan dalam pengambilan keputusan
Saya
juga ingin dijadikan pemimpin karena kemampuan saya (Expert power), bukan hal
lain seperti rasa takut atau otoriter. Expert power, menurut French and Raven,
adalah kekuasaan atas dasar pengaruh karena kemampuan atau pengetahuan
spesialis(khusus).
Strategi
dalam memanipulasi dasar kekuatan saya adalah berdasarkan fakta dan koalisi.
Langganan:
Postingan (Atom)